:::: MENU ::::
  • Filosofi Tea

  • Diri Baru di Tahun yang baru (Sebuah refleksi akhir tahun)

  • Harga Diri, depresi hingga akhiri hidup dengan bunuh diri

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juli 2018



 
Teh Poci "Tegal"


Sore-sore yang indah gini, enaknya kita nongkrong-nongkrong manjaa sambil minum dan nyemil nih.

Sembari kita ngobrol jarak jauh, yuks kita  bahas sedikit tentang per-teh-an. Kalau kita pernah baca dan lihat film filosofi kopi, kita akan bahas sedikit tentang daun hijau yang beraroma segar ini. Yuks come ... mari,

“Teh ini, khasiatnya apa?”
Pertanyaan ini  selalu dan hampir selalu terlontar dari seseorang yang kali pertama melihat teh tertentu.

Ya seperti pertanyaan diatas, kebanyakan orang menganggap teh sebagai obat, khasiatnya,  sehingga seringkali mereka bertanya, “ada tidak teh yang dapat menyembuhkan penyakit tertentu?”, ada pula pertanyaan standar, “cara seduhnya gimana ini?” dsb.
Padahal faktanya, minum teh mesti dibarengi dengan culture teh yang baik. Artinya minum teh bukannya untuk sebagai minuman sakti yang membebaskan kita makan apa saja dan melakukan apa saja yang sebenarnya tidak baik buat kesehatan. Seperti mengkonsumsi lemak berlebihan, merokok, dan sebagainya.

Teh bukanlah Obat
Sebenarnya teh bukanlah obat. Kalau teh itu ada manfaatnya secara ilmiah berdasarkan penelitian benar adanya. Tetapi ada beberapa dilakukan percobaan invivo, beberapa dengan hewan percobaan, sementara efek terhadap manusia beberapa bersifat kasuistis dan personal. Jadi dimanapun itu, di Facebook, twitter atau dimanapun, kalau ada yang mempromosikan teh tertentu atas khasiatnya , jangan asal percaya dulu krayons.

Seperti pada waktu itu, dalam acara Solo Festival, Profesor Gerard, seorang peneliti dari Oxford University mempresentasikan hobi keleuarganya yang sama, yakni minum teh. Diantara mereka sekeluarga hanya Profesor Gerard saja yang tidak mengalami masalah dengan jantung, sedangkan keluarga lainnya semua bermasalah.

“Yang membedakan adalah gaya hidup kami berbeda”, kata Prof Gerard. “Saya tidak pernah makan Junkfood, tidak merokok dan rajin olah raga”

Kalau begitu apa gunanya teh? Artinya tidak usah minum teh, kalau gaya hidup kita sehat pasti sehat juga donk.  Tentu saja. Yups.. sederhananya seperti itu. Jadi minum teh bukanlah jaminan, bahwa hidup kita akan sehat, selama tidak ada keseimbangan dalam gaya hidup kita.

You don’t only became tea drinker, but you should floow good tea culture”, begitu pesan advis Prof Gerard.

Minum teh bukan sekedar tehnya atau khasiatnya lebih dari itu memiliki nilai filosofi yang tinggi.

Filosofi tea
Kalau kita mengambil falsafah Chanoyu, upacara minum teh jepang, yang mengedepankan Wa, artinya harmoni atau kesalarasan.  Chanoyu, merupakan salah satu ritual yang sampai sekarang masih dilestarikan di Jepang. Terdapat aturan dan etika yang harus dipatuhi pemilik rumah maupun tamu yang diundang. Pada umumnya teh yang dibuat harus memperhatikan 3 hal penting: tidak dengan gula, diminum dalam keadaan panas dan tidak boleh ada kotoran sedikitpun atau harus steril. Chanoyu membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajarinya, bahkan bisa sampai bertahun-tahun. Makanya tidak sembarang orang bisa jadi ahli chanoyu. Tamu yang diundang pun secara formal harus mempelajari tata krama, kebiasaan, etika meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.

Kita singgung sedikit tentang ”filosofi teh”

Filosofi teh lebih banyak berkaitan dengan aksiologi, yaitu etika dan estetika.
Etika ini sifatnya bisa universal, dan juga bisa kontenstual. Misalnya dalam upacara minum teh jepang dikenal tata cara duduk formal yang disebut Seiza. Ini ada juga di muslim yaitu duduk diantara sujud yang disunahkan dilakukan dng cara Iqaa. Yaitu menyilangkan kanan diatas kaki kiri, dan pantat menduduki tumit.

Di Inggris, cara memegang cangkir yang sopan adalah dengan 3 jari, sementara kelingking dibiarkan mencuat. Di china makan menggunakan sumpit, yang tentunya dipegang dengan 3 jari. Cara memegang Cucing (cup kecil), dengan satu tangan juga dilakukan dengan 3 jari. Dalam islam ada juga sunnah nabi yang mengajarkan makan dengan 3 jari.

Sedangkan yang kontekstual terkadang malah berbenturan dengan etika budaya lain daerah, Misalnya saja dalam upacara minum teh jepang, cara minum yang sopan adalah dengan menyeruput keras sehingga berbunyi sebagai tanda penhormatan kepada tuan rumah. Sedangkan secara umum, itu malah tidak sopan.

Lebih lanjut, perkembangan teh dalam memberikan nilai-nilai filosofis, tidak lepas dari perkembangan teh dari jaman ke jaman. Pertama kali ditemukan oleh Shennong kira-kira hamper 3000 tahun sebellum masehi sebagai tanaman liar yang digunakan untuk pengobatan. Baru pada tahun 50-an Masehi (berarti 3000 tahun kemudian), pohon the dibudidayakan dan mulai diminum oleh para bangsawan.

Di Indonesia sendiri secara kontekstual berkembang nilai-nilai filosofy dalam teh. Contohnya teh poci dari tegal. Penggunaan gula batu sebagai pemanis disertai syarat tidak boleh diaduk. Cukup dengan menggoyangkan cangkirnya saja. The pada awal yang berasa pahit, diujung berasa manisnya. Makna dari filofohpy ini untuk mendapatkan manisnya hidup tidak dapat diguankan cara instant. Menggoyang cangkir ibarat sebuah usaha atau effort. Nah lewat usaha ini kita akan menadapatkan manisnya kehidupan.

Biar lebih mesra, yuks kenalan bentar dengan beberapa jenis teh:
1.   Green Tea : Teh hijau dibuat dari daun teh dengan cara dikukus. Untuk membuat teh hijau, daun teh segera dikeringkan dan dipanaskan untuk mencegah daun terfermentasi. Teh hijau mengandung sekitar 25 miligram kafein per cangkir. Dan jenis teh ini lebih halus rasanya jika dibandingkan dengan teh hitam. Green tea terdiri dari senyawa seperti katekin, kafein, Theanine serta berbagai vitamin dan mineral.
2.   Teh Hitam : Jenis teh ini dibuat dari daun tanaman camellia sinensis, yang digulung, difermentasi, kemudian dikeringkan dan dihancurkan. Teh hitam mengandung kafein tertinggi dan memiliki rasa yang sedikit pahit, yaitu sekitar 40 miligram kafein per cangkir.
3.   Teh Herbal : Secara teknis, teh herbal bukanlah teh karena tidak dibuat dari daun tanaman Camellia sinensis. Teh herbal dibuat dari daun, akar, biji, kulit kayu, dan bunga tanaman lain yang berkhasiat obat. Teh ini  tidak mengandung kafein sama sekali, lebih cocok untuk anak-anak.
4.   Teh Putih : Teh putih terbuat dari segala jenis teh teroksidasi. Secara proses sebenarnya teh putih dapat dikatakan sangat sederhana. Petik kering lalu keringkan. Grade tertinggi white tea namanya silver needle. Teh ini hanya dibuat dengan bahan pucuk teh yang masih kuncup. Grade ke dua namanya White peony atau Pai Mutan. Teh dibuat dengan materi satu pucuk dan 2 daun. Sedangkan grade terendah white tea namanya Shomei. Ini terbuat dari remahan daun, dan juga daun daun tua.
Yang menjadikan white tea menjadi mahal karena memang jumlah pucuk teh Cuma sedikit. Dan semua lahan kebun diproses menjadi white tea, karena akan mengganggu produktitivitas. Kandungan utama di teh adalah katekin dan theanin.
Dimana katekin memiliki khasiat untuk antioksidan dan theanine berfungsi sebagai neotransmiter dopamin di otak, yang efeknya akan memberikan rasa relaks di otak.
Secara kontent, kandungan kedua senyawa ini paling banyak ada di pucuk dan daun muda, termasuk juga kafein. Kandungan ini akan berkurang seiiring dengan rangkaian proses produksi. White tea, khususnya silver needle, dpt dikatakan kandungan katekin paling tinggi dibanding dengan jenis teh lain.
5.    Flavored Tea : Teh Flavored dibuat dengan menambahkan rempah-rempah, bunga, dan aroma, atau teh yang dibumbui. Banyak tersedia dalam berbagai variasi, termasuk rasa blueberry, kayu manis, kulit jeruk, dan lavender.
6.    Oolong Tea : Teh Oolong mirip dengan teh hitam, dan difermentasi hanya dalam waktu singkat, sehingga memberikan rasa yang kuat pada teh oolong. Teh oolong hijau memiliki kandungan kafein lebih rendah, sementara teh oolongs hitam memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi – sekitar 30 miligram kafein per cangkir. Teh oolong memiliki antioksidan yang lebih tinggi dari pada teh hijau.

Market Teh
Untuk penjualan teh sendiri (market kelas), dapat kita bagi menjadi 3 bagian:
1.   Urban Pop (minuman RTD, teh celup lokal, teh tubruk)
2.   Executive moderate (teh merk twinning, Dilmah, beberapa merk teh lokal seperti merk saya sendiri:  laresolo, Oza, dll)
3.   Tea Connouisseur (Non brand single origin, Marriages freres, TWG, Daman Freres)

Kalau di Solo atau Depok, boleh mampir ke Teh Lare Solo dengan pemiliknya Pak Bambang sang jatuh hati pada teh, terlebih teh racikan ibunya.
Sedang di Jakarta pusat sendiri, salah satu tempat tea house yang mewah dan terkenal adalah TWG di Grand Indonesia.

Kamis, 29 Juni 2017



Benturan atau terkena benda tajam terkadang menimbulkan dampak memar hingga keluarnya darah dari tubuh. Disini kta akan membahas tentang Perdarahan dan Syok.

Kenapa bisa terjadi perdarahan?
Perdarahan terjadi akibat rusaknya dinding pembuluh darah yang dapat disebabkan oleh benturan (trauma/penyakit). Perdarahan yang besar merupakan penyebab syok yaitu suatu kondisi dimana beberapa sel dan alat tubuh tidak cukup mendapat aliran darah yang mengandung oksigen (darah yang adekuat).
Perdarahan dibagi menjadi 2 :
  1. Perdarahan luar (terbuka)
  2. Perdarahan dalam (tertutup)

Pendarahan Luar(Terbuka)
Jenis perdarahan ini terjadi akibat kerusakan dinding pembuluh darah disertai dengan kerusakan kulit, yang memungkinkan darah keluar dari tubuh. Berdasarkan pembuluh darah yang mengalami gangguan perdarahan luar dibedakan menjadi :
  1. Perdarahan Arteri, Darah yang keluar dari pembuluh nadi keluar menyembur sesuai dengan denyut nadi dan berwarna merah terang karena masih kaya dengan oksigen.
  2. Perdarahan Vena, Darah yang keluar dari pembuluh vena mengalir, berwarna merah gelap karena mengandung karbon dioksida .
  3. Perdarahan Kapiler, Berasal dari pembuluh kapiler , darah yang keluar merembes perdarahan ini sangat kecil sehingga hamper tidak memiliki tekanan warnanya bervariasi antara merah terang dan merah gelap .

Pengendalian dan Penanganan Perdarahan Luar
  1. Tekan luka dengan jari atau telapak tangan (gunakan sarung tangan).
  2. Tinggikan anggota tubuh yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi kehilangan darah.
  3. Tekan pada titik tekan , yaitu arteri di atas daerah yang mengalami perdarahan. Ada beberapa titik tekan yaitu :
    • Arteri Brakialis (arteri di lengan atas) 
    • Arteri Radialis (arteri di pergelangan tangan)
    • Arteri Femoralis (arteri di lipatan paha)
Penanganan Perdarahan Luar
  1. Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh penderita
  2. Jangan menyentuh mulut,hidung,mata dan makanan sewaktu memberi perawatan
  3. Cucilah tangan setelah selesai membeikan perawatan
  4. Buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh penderita dengan baik .
Pendarahan Dalam (Tertutup)
Benturan dengan benda tumpul merupakan penyebab utama cedera dalam dan perdarahan dalam. Kehilangan darah pada perdarahan dalam tidak terlihat karena kulitnya masih utuh dan mengingat perdarahan dalam tidak terlihat, kecurigaan adanya perdarahan dalam harus dinilai dari pemeriksaan fisik lengkap termasuk wawancara dan menganalisa mekanisme
kejadian .

Beberapa perdarahan dalam yang dapat dikenali antara lain :
  • Cedera pada bagian luar tubuh yang mungkin merupakan petunjuk bagian dalam juga mengalami cedera
  • Adanya memar disertai adanya nyeri pada tubuh, pembengkakan terutamadiatas alat tubuh penting
  • Nyeri,bengkak dan perubahan bentuk pada alat gerak
  • Nyeri tekan atau kekakuan pada diding perut
  • Muntah darah
  • Buang air besar berdarah, baik darah segar maupun darah hitam
  • Luka tusuk, khususnya pada batang tubuh
  • Darah atau cairan mengalir dari hidung dan telinga
  • Buang air kecil campur darah

Penanganan Perdarahan dalam
  1. Baringkan penderita
  2. Periksa dan pertahankan Air Breath Circulation (ABC)
  3. Periksa pernapasan dan nadi secara berkala
  4. Rawat sebagai syok (lihat syok)
  5. Jangan berikan makan atau minum
  6. Segera bawa kefasilitas kesehatan terdekat

Selasa, 14 Juni 2011

KSR PMI UNIT UM


Perhatikan :
Tindakan penilaian korban terdiri dari :

1. Penilaian keadaan
    Pada saat sampai di lokasi kejadian hal yang pertama kali harus dilakukan adalah 
    menilai keadaan sekitar. Apakah aman atau tidak bagi dirinya. Jika ragu lebih baik
    minta bantuan kepada orang dewasa.
    Perhatikan :
    a. Bagaimana kondisi pada saat itu ?
    b. Kemungkinan apa saja yang akan terjadi ?
    c. Bagaimana mengatasinya ?


INGAT !
Amankan diri sendiri terlebih dahulu,
keselamatan penolong nomor 1

     Di lokasi
     Secara umum tugas seorang penolong saat tiba di lokasi adalah:
     - Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang orang disekitar lokasi
         kejadian
     - Penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan
     - Menentukan keadaan umum kejadian ( mekanisme cedera )
     - Mengenali dan mengatasi gangguan cedera yang mengancam nyawa
     - Stabilkan penderita dan meneruskan pemantauan
     - Minta bantuan bila diperlukan
    Dalam melakukan tugas sebagai penolong, juga diperlukan berbagai informasi
    untuk menunjang penilaian. Tahukah kamu, informasi dapat kita peroleh dari:
     - Kejadian itu sendiri
     - Penderita (bila sadar)
     - Keluarga (Saksi)
     - Mekanisme kejadian
     - Perubahan bentuk yang nyata ( cedera yang jelas )
     - Gejala atau tanda khas suatu cedera atau penyakit.

2. Penilaian dini

    Pada saat menghadapi penderita, kita perlu menentukan kondisi penderita secara umum. 
    Hal-hal yang ditentukan yaitu :
    a. Kesan umum
        Langkah ini digunakan untuk menentukan apakah penderita merupakan kasus trauma atau kasus medis. 
        Perbedaannya adalah sebagai berikut.
        -Kasus Trauma :
         Kasus yang disebabkan oleh suatu ruda-paksa Mempunyai tanda-tanda yang jelas dan terlihat 
         atau teraba. Misalnya luka terbuka, memar, patah tulang da lain sebagainya
        -Kasus Medis :
         Kasus yang diderita seseorang tanpa ada riwayat rudapaksa.
         Contohnya sesak napas, pingsan.
    b. Memeriksa kesadaran
        Ada empat tingkatan kesadaran penderita, yaitu :
        1. Awas = Alert
        2. Suara = Voice
        3. Nyeri = Pain
        4. Tidak Respon = Un Respon
    c. Memastikan jalan napas terbuka dengan baik Jika penderita tidak respon gunakan teknik angkat dagu 
        dan tekan dahi.
    d. Untuk menilai pernapasan
        Setelah jalan napas berjalan dengan baik maka penolong harus menilai pernapasan 
        penderita dengan cara :
        1. Lihat
        2. Dengar
        3. Rasakan
    e. Menilai denyut nadi
        Sebelum melakukannya, kita lihat dulu kondisi korban apakah sadar atau tidak. Jika sadar, cara yang 
        digunakan adalah dengan meraba nadi pergelangan tangan (radial). Sedangkan bagi korban yang tidak 
        sadar, nadi yang diperiksa adalah di bagian leher (Carotis)
     f. Hubungi Bantuan
         Usahakan untuk segera minta bantuan rujukan. Kita bisa meminta bantuan kepada orang lain 
         atau melakukannya sendiri. Misalnya dengan telepon.

JANGAN LUPA!!!
Catat Nomor Telepon Penting Darurat di tempatmu...

Minggu, 12 Juni 2011




Kamu pasti udah tau kan kalo kecelakaan dan musibah bisa datang kapan saja dimana saja dan menimpa siapa aja. Dalam setiap kejadian itu pastilah ada penderita cedera baik yang mengalami luka berat maupun luka ringan dan membutuhkan Pertolongan Pertama yang cepat dan tepat.

Pertolongan Pertama yaitu pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera/kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar.

Tentang Medis Dasar...


Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus. Batasannya adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama

Ini dia yang disebut PENOLONG PERTAMA


Penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian, yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar.

Tujuan Pertolongan Pertama:
    1. Menyelamatkan jiwa penderita
    2. Mencegah cacat
    3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan

Dasar Hukum
Seorang petugas Pertolongan Pertama ternyata ada aturan undang undangannya lho…

a. Memberikan Pertolongan :
    Pasal 531 K U H P
    Barang Siapa Menyaksikan Sendiri ada orang dalam keadaan bahaya maut, lalai 
    memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sipenderita
    sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak
    akan menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya
    dihukum kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyakbanyaknya
    Rp 4.500,- Jika orang yang perlu ditolong itu mati diancam dengan sangsi KUHP 45,
    165, 187, 304 s, 478, 525, 566.
b. Kerahasiaan :
    Pasal 322 K U H P
    1. Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia yang wajib menyimpannya oleh
        karena jabatan aau pekerjaannya baik yang sekarang maupun yang dahulu dipidana
        dengan pidana penjara selamalamanya 9 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 9.000,-
    2. Jika kejahatan itu dilakukan yang tertentu, maka perbuatan itu hanya dapat dituntut
        atas pengaduan orang lain.

PENTING!
Penolong juga perlu minta izin sebelum menolong

Persetujuan Tindakan Pertolongan
Ada dua bentuk persetujuan atau ijin bagi penolong untuk melakukan tindakan:

a. Persetujuan yang dianggap diberikan atau tersirat
    Adalah persetujuan yang umum diberikan dalam keadaan penderita sadar atau normal.

b. Persetujuan yang dinyatakan
    Adalah persetujuan yang dinyatakan secara lisan atau secara tertulis oleh penderita itu sendiri.

Seorang Penolong Pertama mempunyai KEWAJIBAN sebagai berikut:

a. Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang di sekitarnya
b. Menjangkau penderita
c. Mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa
d. Meminta bantuan / rujukan
e. Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat sesuai keadaan penderita
f. Membantu penolong yang lain
g. Menjaga kerahasiaan medis penderita
h. Melakukan komunikasi dengan petugas lain yang terlibat
i. Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi / dirujuk ke fasilitas kesehatan

Kualifikasi Penolong Pertama :

a. Jujur dan bertanggungjawab
b. Profesional
c. Mempunyai kematangan emosi
d. Mampu bersosialisasi
e. Kemampuan nyata terukur sesuai sertifikasi
f. Mempunyai kondisi fisik baik
g. Mempunyai rasa bangga

Rabu, 08 Juni 2011




Sebelum kita membahas tentang pertolongan pertama, lebih baik kita mengerti dulu apa itu pertolongan pertama.
Pertolongan pertama merupakan pemberian pertolongan kepada penderita sakit atau korban kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar untuk mencegah cacat atau maut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1joSYPS0bwMYpL7TJpxa0oy2CImKuUtMRKMXoUjGsdeee5xnUUYGq0TqU9VJGeXbo8Q5cHMrldqAtKjDmnZ3RcNm9XIb-z-rNrlhNPTpCqj2zMdXEe41pa2k7CPdYRTq7V844wc7RvaI/s1600/Pertolongan-Pertama-kartun.jpg
Pertolongan Pertama

Tindakan medis yang diberikan saat melakukan pertolongan pertama tindakannya hanya merlakukan pertolongan pertama saja pada korban. tujuan dari pertolongan pertama yaitu untuk menyelamatkan jiwa penderita, untuk mencegah cacat, memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan.


Komponen Sistem Penanggunngan Gawat Darurat terpadu :

1. Akses Dan Komunikasi
    Harus mengetahu kemana mereka harus meminta bantuan
2. Pelayanan pra rumah sakit
    secara umum semua orang boleh memberikan pertolongan, adapun klasifikasi penolong:
    a. Orang Awam
        Tidak terlatih atau memiliki sedikit pengetahuan pertolongan pertama
    b. Penolong Pertama
        kualifikasi ini di capai oleh KSR PMI
    c. Tnaga khusus terlatih
        tenaga yang di latih secara khusus untuk menanggulangi kedaruratan lapangan

Alat Perlindungan Diri

1. sarung tangan lateks
2. kaca mata pelindung
3. baju pelindung
4. masker penolong

Peralatan Pertolongan Pertama

1. Penutup luka
    a. Kasa Steril
    b. Bantal Kasa
2. Pembalut
    a. Pembalut gulung
    b. Pembalut segitiga/mitela
    c. Pembalut Tubuler
    d. Pembalut Rekat
3. Cairan Antiseptik
    a. Alkohol 70%
    b. Povidone Iodine 10%
4. Cairan Pencuci Mata
    a. Borwater
5. Peralatan Stabilisasi
    a. Bidai
    b. Papan  Spinal Panjang
    c. Papan Spinal Pendek
6. Gunting Pembalut
7. Pinset
8. Senter
9. Kapas
10. Selimut
11. Kartu Penderita
12. Alat Tulis
13. Oksigen
14. Tensimeter dan Stetoskop
15. Tandu

Rabu, 01 Juni 2011



Sebagai pelaku PP, kita juga harus mengutamakan keselamatan diri sendiri. Jadi, kita memerlukan Alat Perlindungan Diri (APD).
APD itu adalah alat yang digunakan agar kita tidak tertular penyakit. Alat
perlindungan diri tidak perlu mahal.
Contohnya :
- Sarung tangan lateks
- Masker penolong
- Kacamata pelindung



Kamu Harus Tau!
Darah dan semua cairan tubuh bisa menularkan penyakit...!

Selain APD, dalam melakukan PP kita juga memerlukan beberapa peralatan.
Misalnya :
- Kasa Steril
- Pembalut gulung / perban
- Pembalut perekat / plester
- Gunting pembalut
- Bidai - Alkohol 70%
- Pinset - Kapas
- Senter
- Selimut
A call-to-action text Contact us